Geologi Kawasan Ciletuh, Sukabumi: Karakteristik, Keunikan, dan Implikasinya

View Teluk Ciletuh
Photo: Ron Agusta

View Teluk Ciletuh Photo: Ron Agusta

Mega F. Rosana; Undang Mardiana; Ildrem Syafri; Nana Sulaksana; and Iyan Haryanto

Universitas Padjadjaran

Email: [email protected]

 

 ABSTRAK

Kawasan Ciletuh, Kabupaten Sukabumi secara geologi merupakan daerah yang khas, unik dan langka, karena tersingkap batuan yang berumur paling tua (Pra-Tersier) di Jawa Barat. Batuannya dibedakan atas kelompok ofiolit (peridotit, gabro, basalt), metaformik (sekis, filit, gneiss, serpentinit), sedimen laut dalam (serpih, rijang), dan sedimen benua (batupasir graywacke, batugamping, breksi polimik). Gemorfologinya membentuk tapal kuda (amphitheatre) terbuka ke arah Samudra Hindia. Singkapan batuannya memperlihatkan kenampakan yang khas sebagai cerminan dari litologi dan geomorfologinya. Daerah Ciletuh merupakan fosil tektonik memperlihatkan pendampingan dua zona yang disusun oleh batuan berasal dari lempeng samudera dan lempeng benua dua penggalan kerak bumi yang sangat berbeda sifatnya yang terbentuk karena adanya subduksi (tumbukan) dari kedua lempeng tersebut. Karena keunikan dan kelangkaan geologinya kawasan Ciletuh dapat dijadikan sebagai “Laboratorium Alam Geologi” Jawa Barat. Saat ini Kawasan Ciletuh merupakan Suaka Margasatwa Cikepuh-Citireum dan Cagar Alam Cibanteng di bawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat I.

Konsep pengembangan kawasan Ciletuh dapat dibuat dalam format “Kawasan Cagar Alam Geologi” yang dapat dikembangkan sebagai laboratorium alam untuk bidang kajian khusus geologi, yang meliputi aspek geomorfologi, stratigrafi, mikropaleontologi (Numulites), struktur, sedimentologi, petrologi dan geotektonik. Selain itu juga dapat dipakai untuk bidang ilmu biologi, khususnya studi tentang flora, fauna dan terumbu karang. Serta pengembangan pariwisata minat khusus geowisata. Perlunya wadah atau instansi yang mengelola Kawasan Cagar Alam Geologi Ciletuh secara khusus di dalam rangka mensinkronkan berbagai kepentingan penggunaan dan pengembangan selanjutnya, dalam rangka menumbuhkan kepedulian menjaga situs-situs geologi serta hal lainnya yang terkait konservasi.

error: Content is protected !!