Kunjungan SMA Yadika Tanjungsari ke Geopark Ciletuh-Palabuhanratu

Kunjungan SMA Yadika Tanjungsari

Kunjungan SMA Yadika Tanjungsari

[Bandung, 16/12/2017] SMA Yadika Tanjungsari mengadakan study tour ke Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, khususnya ke daerah Ciletuh. Peserta yang mengikuti study tour berjumlah 260 orang dengan siswa sebanyak 240 siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 3. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 14-15 Desember 2017 yang merupakan ajang rekreasi dan juga edukasi untuk para siswa.

Perjalanan menuju kawasan Ciletuh dilaksanakan menggunakan 5 bus besar yang memakan waktu sekitar 9 jam hingga sampai ke sekretariat PAPSI di Desa Tamanjaya. Peserta yang baru tiba langsung disambut dengan hangat oleh komunitas PAPSI, dan langsung diantar ke homestay untuk beristirahat. Koordinasi homestay pun sangat baik, sehingga jumlah peserta yang banyak tidak menjadi masalah.

Setelah beristirahat sejenak, peserta langsung diajak ke geosite Curug Cimarinjung, Puncak Darma lalu ke Pantai Palangpang. Mereka sangat antusias untuk melaksanakan kegiatan.

Geosite pertama yang dikunjungi adalah Curug Cimarinjung. Di sini mereka harus bergantian untuk masuk kawasan geosite dikarenakan tempatnya yang tidak begitu luas dan debit air sedang besar. Utuk itu dibutuhkan kesigapan pengelola geosite untuk mengatur jumlah pengunjung. Peserta yang menunggu giliran masuk area geosite diberi materi tentang legenda dan kearifan lokal oleh pengelola geosite sehingga peserta tidak bosan menunggu. Pengelolaan di Curug Cimarinjung sudah sangat baik sehingga jumlah peserta yang banyak bukan lah masalah. Peserta kegiatan pun sangat antusias ketika melihat Curug Cimarinjung.

Materi mengenai Curug Cimarinjung oleh pengelola geosite

Materi mengenai Curug Cimarinjung oleh pengelola geosite

Setelah mengunjungi Geosite pertama, mereka menuju Puncak Darma. Di geosite ini mereka disuguhi indahnya bentang alam Amphiteater Ciletuh dan ada penjelasan geologi dari geolog lokal. Penjelasan mengenai geomorfologi daerah Ciletuh dan keunikan yang ada di Ciletuh dijelaskan di sini. Banyak peserta yang bertanya mengenai geologi, budaya dan kaitan keduanya sehingga untuk materi budaya dibantu oleh warga lokal. Mereka sangat tertarik dengan geosite Pulau Kunti karena namanya yang unik. “kalau kita hanya melihat keindahan, ya sudah indah saja. Tapi jika kita melihat keindahan dengan ilmunya, maka kita akan lebih mengenal sang pencipta dan akan menjaga ciptaannya ini” tutup geolog lokal di akhir ceritanya.

Edukasi geologi oleh geolog lokal dan perwakilan Badan Pengelola di Puncak Darma

Edukasi geologi oleh geolog lokal dan perwakilan Badan Pengelola di Puncak Darma

Sertelah puas di Puncak Darma, peserta diajak turun ke Pantai Palangpang. Di sini mereka dibebaskan bermain dan berfoto, namun tidak boleh berenang karena gelombang sedang tinggi. Mereka asik bermain hingga matahari kembali ke peraduannya, dan mereka pun pulang ke homestay masing-masing.

Hari ke dua cuaca pagi masih segar ditemani gerimis rintik hujan. Peseta sudah bersiap di area Panenjoan untuk sarapan dan langsung melanjutkan perjalanan ke Curug Awang. Sesampainya di area Geosite Curug Awang, peserta berjalan kaki menuju lokasi curug, mereka terlihat menikmati perjalanan dengan ditemani candaan sepanjang perjalanan. Tourgude lokal pun selalu menemani sambil menjelaskan keunikan dan cerita yang ada di Curug Awang.

Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah Panenjoan. Di sini mereka disuguhi pemandangan bentang alam yang luar biasa. Mereka dipersilahkan bersantai setelah berjalan kaki ke Curug Awang. Setelah puas melepas lelah mereka pun menuju homestay untuk bersiap pulang.

Penyerahan kenang-kenangan oleh PAPSI

Penyerahan kenang-kenangan oleh PAPSI

Sebelum pulang, PAPSI dan SMA Yadika Tanjungsari mengadakan penanaman pohon yang secara simbolis dilakukan oleh Pa Abdul Aziz S.Pd., MM selaku kepala sekolah SMA Yadika. Selain penanaman pohon, PAPSI pun memberikan kenang-kenangan berupa miniatur lesung kepada kepala sekolah sebagai perwakilan SMA Yadika. “Alhamdulillah perjalanan ke sini sungguh melelahkan, tapi rasa lelah hilang dengan sekejap, terbayar oleh keindahan dan suasana alam yang ada disini.” Tutur Pa Abdul Aziz. Akhirnya study tour pun selesai, tapi kesan indahnya Ciletuh akan tetap ada.

Laporan oleh Katon Sena Aji

error: Content is protected !!